November 19, 2009

TEGAR DI JALAN DAKWAH

Para aktivis dakwah, di tangan kitalah harapan Islam diletakkan. Harapan agar Islam menampakkan jati dirinya sebagai rahmat bagi semesta alam. Harapan agar Islam menjadi kenyataan keseharian di tengah kehidupan masyarakat, tanpa ada fitnah dalam agam. Harapan agar Islam memimpin peradaban. Untuk itulah dakwah terus kita lakukan, untuk itulah kebenaran terus kita perjuangkan, untuk itulah perjuangan senantiasa kita tunaikan.
Hanya mereka yang mampu tegar di jalan dakwah, akan merasakan kenikmatan perjuangan. Berbagai hambatan dirasakan sebagai kenikmatan dalam beraktivitas, menabah dinamika pergerakan. Mereka tidak gentar menghadapi tantangan, sebab telah diyakini bahwa Allah akan menolong aktivis di jalanNya. Bisa jadi mereka tak punya apa-apa, namun mereka paham bahwa mereka memiliki Allah dalam dada. Dan di situlah letak kekuatan!
Hanya mereka yang mampu tegar di jalan dakwah, akan mendapat kemuliaan (‘izzah). Hanya mereka yag tegar di jalan dakwah yang memiliki optimisme dalam perjuangan, sesuatu yang amat mahal saat ini. Terlalu banyak kaum muslimin yang pesimistis terhadap masa depannya sendiri. Ia tidak memahami bahwa masa depan telah pasti di tangan Islam. Perasaan cemas dan rasa khawatir akan senantiasa menghantui orang-orang yang tidak terlibat dalam gerakan dakwah Islam.
Para aktivis dakwah, jika ada dua pilihan dalam kehidupan, untuk menjadi pemikul beban dakwah ataukah menjadi beban bagi dakwah, mengapa tidak segera memilihnya? Hanya mereka yang tegar di jalan dakwah, akan memilih alternative terbaik yang mampu mengantarkannya ke pintu gerbang kemenangan.
Inilah saat yang sangat tepat, untuk mengabdikan diri kita secara total kepada Allah dalam sebuah gerakan perjuangan mengemban misi-misi Islam. Waktu akan terus berjalan, tanpa peduli, menggilas dan meninggalkan mereka yang masih suka bersantai menyibukkan diri dalam kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat bagi kehidupan abadinya. Jadilah kader yang senantiasa jaga, tidak lalai, dan lengah.
“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dan mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suau hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (Q.S. An Nur : 37)
“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang yang merugi (Q.S. AL Munafiqun : 9)

Saatnya telah tiba, memperbaiki persiapan-persiapan kemudian melangkah secara pasti di medan dakwah yang penuh tantangan. Raih masa depan yang gilang-gemilang. Rajut peradaban yang kilau cemerlang.
LA TAHZANU WALA TAKHAFU, INALLAHA MA’ANA!!!

Uraian di atas saya ambil dari KHATIMAH dalam buku “TEGAR DI JALAN DAKWAH” karya Ustadz Cahyadi Takariawan. Buku terbitan Era Adicitra Intermedia dengan tebal 236 halaman ini harapannya mampu menjadi “BEKAL KADER DAKWAH DI MIHWAR DAULAH”. Khatimahnya di atas saja sudah bagus banget.. Apalagi isinya???
Membuka dan membacanya sekilas…SUBHANALLAH!!! (Saya belum baca sih, soalnya baru beli kemarin sore. Tapi dalam waktu dekat ini akan dibaca… SEMANGADH 37x).
Ayo, lengkapi koleksi buku antum wa antuna dengan buku terbaru Ust. Cahyadi ini (cetakan pertama bulan November 2009 lho). Harga terjangkau… Yang berminat bisa menghubungi saya (PROMOSI nih.. ^^v). Atau bisa juga memesan buku sebelumnya “MENYONGSONG MIHWAR DAULAH”, buku yang satu ini juga tidak kalah inspiratif. SUPLEMEN MENYEHATKAN BUAT KADER!!! BIKIN KADER CERDAS!!! Ayo… BELI!!!!
Buku TEGAR DI JALAN DAKWAH ini sampulnya MERAH!!! (my favourite colour… J) So, jadi bikin SEMANGADH dalam membaca dan memahami isinya yang LUAR BIASA!!!

Tunggu apa lagi??? MILIKI DAN BACALAH SEGERA!!!

Zona Supertwin, 201109_08:30

PENANTIAN


Mereka yang tidak menyukainya, menyebutnya membosankan,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang menikmatinya, menyebutnya sebuah impian,


Mengapa menanti?

Karena walaupun kita ingin mengambil satu keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menanti apa yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menanti orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan iri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menanti orang yang tepat.
Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, kota Roma tidak dibangun dalam sehari.
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan.
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menanti membutuhkan banyak hal, iman, keberanian, dan pengharapan…
Penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya, Allah dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menanti, karena alasan yang penting…

Puisi ini saya tujukan kepada :
1. Aa’ Dodoy tersayang, semangatlah mencari bidadarimu!!!
2. My Supertwin, jangan menanti wisuda bulan Juni. Kalau Maret bisa, kenapa harus JUNI?? :D
3. Sahabat-sahabatku yang lagi dalam masa “PENANTIAN” (terutama yang sudah pada lulus) : “Saudaraku, REZEKI (jodoh, pekerjaan, kelulusan, dll) itu adalah RAHASIA ALLAH… Jika kau sedang dalam masa penantian… Bersabarlah! Semua akan indah pada waktunya. Manfaatkan masa penantianmu dengan hal yang bermanfaat. Akan tetapi, jangan sampai terlena dengan sebuah penantian… Kalau kamu hanya menanti tanpa mau berusaha, tabir rahasia-Nya itu tidak akan terbuka! So, KEEP SPIRIT & KEEP FIGHT!!!”
4. All : Banyak yang bilang “Menanti adalah pekerjaan yang paling membosankan!" Uhf… Jangan sampai deh statement itu keluar dari mulut kita. Menanti adalah pekerjaan yang menyenangkan. SANGAT MENYENANGKAN! Bagi yang masih merasa BOSAN dengan PENANTIAN, ada tips sederhana nih.. U MUST TRY!!!
a. Bawa selalu Al Qur’an dan buku bacaan di dalam tas yang kamu bawa. Saat kamu menanti, sambil mengisi waktu, kamu bisa membacanya!
b. Bawa notebook kecil dan bolpoin di tasmu. Saat kamu menanti, kamu bisa menuliskan inspirasi yang kamu dapatkan dari apa yang kamu lihat, dengar, rasakan, fikirkan saat kamu menanti…

SELAMAT MENANTI!!! ^^v

Zona Supertwin, 201109_00:02

BUKAN QURBAN BIASA (BQB_part 3)

Siang itu, matahari bersinar tak begitu terik karena tersapu awan kelabu. Setelah sholat Zhuhur di surau, kakek Ahmad dan Aziz bergegas menuju rumah Haji Sholeh yang terletak tak jauh dari surau. Dalam perjalanan, Aziz mengungkapkan keingintahuannya lagi.

“Kek, ceritakan lagi dong tentang hewan qurban..” pinta Aziz pada kakeknya

Dengan sabar, kakeknya menjawab pertanyaan cucunya yang masih berusia 22 tahun ini. “Ibadah qurban bisa dengan onta dan sapi untuk tujuh orang, sedangkan seekor kambing untuk satu orang. Apabila orang yang berqurban mempunyai keluarga, maka seekor kambing cukup untuk semua keluarga. Begitu pula bagi setiap orang di antara tujuh orang yang ikut serta dalam penyembelihan onta dan sapi. Jadi berqurban hukumnya wajib bagi orang yang telah berkeluarga dan sunnah bagi orang yang belum berkeluarga, dengan seekor kambing untuk seorang kepala keluarga atau sendiri bagi yang masih bujang. Sedangkan sapi dan onta untuk tujuh orang, tanpa membedakan antara yang berkeluarga dan tidak.
Hewan qurban harus disembelih setelah shalat Idul Adha, bahkan afdhalnya setelah Imam menyembelih qurbannya. Tidak sah bila disembelih sebelum shalat, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa menyembelih sebelum shalat, hendaklah menyembelih sekali lagi sebagai gantinya, dan siapa yang belum menyembelih hingga kami selesai shalat maka menyembelihlah dengan bismillah”. (Muttafaqun Alaih), berarti siapa yang menyembelih sebelum shalat maka hendaklah dia mengulangi”.
Ibnu Qayyim berkata : “Hadits ini shahih dan jelas menunjukkan bahwa sembelihan sebelum shalat tidak dianggap (qurban), sama saja apakah telah masuk waktunya atau belum. Inilah yang kita jadikan pegangan secara qath’i (pasti) dan tidak diperbolehkan (berpendapat) yang lainnya. Dan pada riwayat tersebut terdapat penjelasan bahwa yang dijadikan patokan (berqurban) adalah shalatnya Imam”.
Waktu ibadah qurban berakhir setelah matahari terbenam tanggal 13 Dzulhijjah atau akhir hari tasyriq. Hal itu berdasarkan hadits Jubair bin Mut’im dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda: “Pada setiap hari-hari tasyriq ada sembelihan”. (Dikeluarkan Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dalam shahihnya serta Al-Baihaqi. Dan terdapat jalan lain yang menguatkan antara satu dengan riwayat yang lainnya.)
Demikian juga dari Ali bin Abi Thalib. Ini juga pendapat Al-Hanafiah dan madzhab Syafi’iyah bahwa akhir waktunya sampai terbenam matahari dari akhir hari-hari tasyriq berdasarkan hadits Imam Al-Hakim yang menunjukan hal tersebut.”

“Islam itu memang indah ya Kek.. Mengatur setiap urusan manusia dengan sebaik-baik aturan. Aziz kan nanti pengin berqurban kambing, bagaimana criteria hewan yang baik untuk diqurbankan?” tanya Aziz penuh ingin tahu.

Kakek Ahmad pun menjawab, “Hewan qurban yang terbaik adalah yang gemuk, bagus dan bertanduk, namun tidak harus jantan, berdasarkan hadits dari Anas Ibnu Malik bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berqurban dengan dua ekor kambing yang bagus dan bertanduk. Beliau menyebut nama Allah dan bertakbir, dan beliau meletakkan kakinya di samping binatang itu.” Dalam suatu lafazh disebutkan, “Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri.” (Muttafaq ‘alaih). Dalam suatu lafazh disebutkan, “Dua ekor kambing gemuk.” Menurut riwayat Abu Awanah dalam kitab Shahih-nya, “Dua ekor kambing berharga” Sedangkan dalam suatu lafazh riwayat Muslim disebutkan, “Beliau membaca bismillahi wallaahu akbar.”
“Umur hewan qurban terbaik, kambing berumur dua tahun, sapi berumur tiga tahun dan onta berumur lima tahun, berdasarkan hadits Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah bersabda:
“Jangan kamu menyembelih kecuali yang musinnah. Bila kamu sulit mendapatkannya, sembelihlah kambing yang jadza’ah.” (HR. Muslim no. 1963)
Ahmad dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Bahwa Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik sembelihan adalah kambing Jadz’ah.”
Jadza’ah adalah hewan qurban; bila kambing berumur dua tahun, sapi berumur tiga tahun dan onta berumur lima tahun.

“Sebentar, kakek akan menjelaskan tentang ETIKA MENYEMBELIH QURBAN.”
Apabila seorang muslim telah bertekad dan menentukan pilihan untuk melakukan ibadah qurban maka hendaknya tidak membatalkan niatnya karena demikian itu bertentangan dengan aturan dan etika ibadah qurban. Sehingga siapa pun yang telah membeli hewan qurban kemudian membatalkan niatnya atau mati karena unsur teledor maka harus diganti dengan hewan qurban yang lainnya. Hal itu berdasarkan pendapat ulama yang paling rajih, kecuali karena faktor musibah alam di luar kemampuan manusia.
Agar ibadah qurban anda sempurna dan diterima Allah maka sebaiknya memperhatikan beberapa etika dan aturan berikut ini:
1. Membaca Bismillah Ketika Menyembelih Qurban
Berdasarkan hadits Aisyah, bahwa beliau pernah menyuruh dibawakan dua ekor kambing kibas bertanduk yang kaki, perut, dan sekitar matanya berwarna hitam. Maka, dibawakanlah hewan itu kepada beliau. Beliau pun berkata kepada Aisyah, “Wahai Aisyah, ambilkan pisau.” Kemudian bersabda lagi, “Asahlah dengan batu.” Aisyah melaksanakannya. Setelah itu beliau mengambil pisau dan kambing, lalu membaringkannya dan menyembelihnya seraya berdoa,
(Bismillah Allahumma Taqabbal Min Muhammad Wa Ali Muhammad4 Wa Min Ummati Muhammad) “Dengan nama Allah. Ya Allah, terimalah (qurban ini) dari Muhammad, keluarganya dan umatnya.” Kemudian beliau berqurban dengannya.
2. Hindari Hewan Qurban Kurang Umur
Hindari hewan qurban yang kurang umur baik onta, sapi ataupun kambing karena Abu Burdah dalam Shahihain berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mempunyai Jadza’ah dari kambing Maiz. Lalu beliau berkata : “Sembelihlah, dan tidak boleh untuk selainmu”.
Syaikh Shidiq Hasan Khan berkata: “Para ulama sepakat bahwa tidak boleh berqurban dengan hewan onta, sapi dan ma’az kurang dari dua tahun. Kambing Jadz’u boleh menurut mereka dan tidak boleh (menyembelih) hewan yang terpotong telinganya. Namun Abu Hanifah berkata : “Apabila yang terpotong itu kurang dari separuh, maka boleh”.
3. Hewan Qurban Tidak Boleh Cacat
Dilarang berqurban dengan hewan buta, sakit, pincang kurus dan hilang setengah tanduk atau semuanya serta hewan yang putus setengah telinga atau seluruhnya, berdasarkan hadits dari Al-Barra’ bin ‘Azib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di tengah-tengah kami dan bersabda, “Empat macam hewan yang tidak boleh dijadikan qurban, yaitu: yang tampak jelas butanya, tampak jelas sakitnya, tampak jelas pincangnya, dan hewan tua yang tidak bersumsum.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan empat orang, dan dishahihkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)
4. Bersedekah Dengan Daging Qurban
Dianjurkan bagi orang yang berqurban untuk membagikan dagingnya kepada fakir miskin dan tetangga serta teman-teman. Bila masih tersisa maka boleh menyimpannya berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Makanlah, simpanlah dan bersedekahlah”. (Muttafaqun Alaih).
5. Tempat Penyembelihan Hewan Qurban
Menyembelih hewan qurban sebaiknya di tanah lapang yang digunakan shalat Idul Adha, dalam rangka untuk menebar syiar dan memudahkan dalam penyaluran daging serta menampakkan syi’ar agama, berdasarkan hadist Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau menyembelih dan berqurban di Mushala”. (Diriwayatkan oleh Bukhari).
6. Larangan Seputar Ibadah Qurban
Dilarang bagi pemilik hewan qurban memotong kuku, rambut kepala dan menghilangkan rambut badan yang kusut setelah nampak hilal Dzulhijjah hingga hewan disembelih, berdasarkan hadits Ummu Salamah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila engkau melihat bulan Dzul Hijjah dan salah seorang kalian hendak berqurban, maka hendaklah dia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.
Di dalam lafazh Muslim dan lainnya disebutkan bahwa beliau bersabda: Barangsiapa yang punya hewan qurban untuk disembelih, apabila memasuki bulan DzulHijjah, jangan sekali-kali mengambil (memotong) dari rambut dan kukunya hingga dia berqurban”.
Para ulama berbeda pendapat dalam permasalahan ini. Sa’id bin Al-Musayyib, Rabi’ah, Ahmad, Ishaq, Dawud dan sebagian pendukung Syafi’i berpendapat, bahwa diharamkan mengambil (memangkas/memotong) rambut dan kukunya sampai dia berqurban pada waktu udhiyah. Imam Syafi’i dan murid-muridnya berkata : “Makruh tanzih”.
7. Dilarang Menjual Kulit dan Daging Hewan Qurban
Dilarang bagi pemilik menjual hewan qurban baik berupa dagingnya, kulitnya dan tulangnya. Adapun orang yang diberi kulit hewan qurban boleh menjualnya kepada orang lain. Dengan demikian yang dilarang hanyalah pemilik hewan qurban bukan penerimanya, dan tidak boleh memberi ongkos kepada tukang potong (yang diambil) dari hewan qurban baik berupa daging, kulit atau yang lainnnya.
Dari Ali bin Abi Thalib ia berkata, “Rasulullah memerintahkan kepadaku untuk mengurusi qurban-qurbannya, membagi-bagikan daging, kulit dan sisa-sisanya kepada orang-orang miskin. Aku pun tidak diperbolehkan memberi sesuatu apa pun dari qurban kepada penyembelihnya.” (Muttafaq ‘alaih).

“Eh, tak terasa kita sudah sampai di depan rumah Haji Sholeh.” ujar Kakek Ahmad

“Wah… terima kasih banyak ya Kek atas ilmunya…” kata Aziz

“Ya, masih banyak ilmu tentang Islam yang masih harus kita pelajari. Jangan puas dengan satu ilmu. Jadilah PEMBELAJAR SEJATI ya Ziz..” pesan Kakek Ahmad.

“Insya Allah, Kek.” Jawab Aziz

“Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.. “ seru Aziz dan kakek Ahmad serempak

“Wa’alaykumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh..” jawab Haji Sholeh dari dalam rumah.

---- THE END ----
Zona Supertwin, 191109_23:37

BUKAN QURBAN BIASA (BQB_part 2)

Di ruang tengah, Aziz dan kakek Ahmad sedang menikmati ubi rebus dan teh hangat yang telah disiapkan Nenek Tini.

Azizpun memulai bertanya lagi, “Kek, di bulan Dzulhijjah ini amalan-amalan apa saja yang bisa kita lakukan selain berqurban?”

Setelah meneguk teh hangat, kakek Ahmad pun menjawab, “Diriwayatkan dari shahabat Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari (dari bulan Dzulhijjah)." Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, tidak pula jihad fi sabilillah?" Beliau bersabda: "Dan tidak pula jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatupun." (HR Jama'ah kecuali Muslim dan an-Nasa'i). Dalam kitabnya Fathul Baari menyatakan : "Tampaknya sebab mengapa sepuluh hari Dzul Hijjah diistimewakan adalah karena pada hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya semua ibadah-ibadah yang utama yaitu shalat, shaum, shadaqah dan haji dan tidak ada selainnya waktu seperti itu".

Amal-amal yang Disyariatkan pada Hari-hari Tersebut
1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah.
Kedua ibadah inilah yang paling utama dilaksanakan pada hari-hari tersebut, sebagaimana yang ditunjukkan dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda : "Umrah yang satu ke umrah yang lainnya merupakan kaffarat (penghapus dosa-dosa) diantara keduanya, sedang haji mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Shaum pada hari Arafah, ketika jamaah haji sedang wukuf (9 Dzulhijjah).
Tidak diragukan lagi bahwa ibadah puasa merupakan salah satu amalan yang paling afdhal dan salah satu amalan yang dilebihkan oleh Allah SWT dari amalan-amalan shalih lainnya.
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seseorang berpuasa satu hari di jalan Allah melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka (karena puasanya) sejauh 70 tahun perjalanan" (HR. Bukhari dan Muslim)
Khusus tentang puasa Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Berpuasa di hari Arafah menghapuskan dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang."
3. Memperbanyak takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut.
Sebagaimana Firman Allah subhanahu wata'ala:
"Supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang tertentu" (QS. Al Hajj: 28)
Tafsiran dari "hari-hari yang tertentu" adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu para ulama kita menyunnahkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut. Dan penafsiran itu dikuatkan pula dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Tidak ada hari-hari yang lebih agung dan amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah padanya, melebihi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil , takbir dan tahmid."
4. Bertaubat dan menjauhi kemaksiatan serta seluruh dosa agar mendapatkan maghfirah dan rahmat dari Allah SWT.
Hal ini penting dilakukan karena kemaksiatan merupakan penyebab ditolaknya dan jauhnya seseorang dari rahmat Allah SWT, sebaliknya ketaatan merupakan sebab kedekatan dan kecintaan Allah SWT kepada seseorang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh Allah itu cemburu dan kecemburuan Allah apabila seseorang melakukan apa yang Allah haramkan atasnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Memperbanyak ibadah-ibadah sunahseperti shalat, membaca Al Qur'an, bersedekah, dan ibadah sunah lainnya.
Amalan tersebut akan dilipat gandakan pahalanya jika dilakukan pada hari-hari tersebut. Ibadah yang kecil pun jika dilakukan pada hari-hari tersebut akan lebih utama dan lebih dicintai oleh Allah subhanahu wata'ala daripada ibadah yang besar yang dilakukan pada waktu yang lain. Contohnya jihad, yang merupakan seutama-utama amal, namun akan dikalahkan oleh amal-amal shalih lain yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, kecuali orang yang mendapat syahid.
6. Disyariatkan pada hari-hari tersebut bertakbir di setiap waktu, baik itu siang maupun malam, terutama ketika selesai shalat berjama'ah di masjid.
Takbir ini dimulai sejak Shubuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji, sedang bagi jama'ah haji sejak Zhuhur hari penyembelihan (10 Dzulhijjah). Adapun akhir hari bertakbir adalah pada hari Tasyrik yang terakhir (13 Dzulhijjah).
Imam Bukhori berkata: "Adalah Ibnu Umar dan Abu Hurairah radiallahuanhuma keluar ke pasar pada hari sepuluh bulan Dzulhijjah, mereka berdua bertakbir dan orang-orangpun ikut bertakbir karenanya."
7. Memotong hewan qurban (udlhiyah) bagi yang mampu pada hari raya Qurban (10 Dzulhijjah) dan hari-hari Tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah).
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim menyatakan, Nabi Muhammad SAW berqurban dengan dua ekor domba jantan yang keduanya berwarna putih bercampur hitam dan bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan bertakbir.
8. Bagi orang yang berniat untuk berqurban hendaknya tidak memotong rambut dan kukunya sejak masuk tanggal 1 Dzulhijjah sampai dia berqurban.
Diriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Jika kalian telah melihat awal bulan Dzulhijjah dan salah seorang diantara kalian berniat untuk menyembelih hewan qurban maka hendaknya dia menahan rambut dan kukunya." Di riwayat lain disebutkan: "Maka janganlah dia (memotong) rambut dan kuku-kukunya sehingga dia berqurban."
Kemungkinan hikmah larangan tersebut agar menyerupai orang yang menggiring (membawa) qurban sembelihan saat melakukan ibadah haji, sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala:
"Dan janganlah kamu mencukur kepalamu sebelum qurban sampai di tempat penyembelihannya." (QS. Al Baqarah :196).
9. Melaksanakan shalat 'Ied berjama'ah.
Karenanya janganlah seseorang menjadikan hari 'Ied untuk berbuat kejahatan dan kesombongan. Serta jangan pula menjadikannya sebagai kesempatan untuk bermaksiat kepada Allah SWT dengan mendengarkan nyanyian-nyanyian dan musik-musik yang melalaikan, minuman keras dan yang semacamnya. Perbuatan tersebut menyebabkan terhapusnya amalan kita yang telah dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan tersebut.”

”Wah, banyak sekali ya amalannya... bonus pahalanya juga banyak. Terima kasih ya Kek atas ilmunya... Mohon Aziz dibimbing terus.”

” Iya cucuku, semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada kita agar kita termasuk orang-orang yang memanfaatkan kesempatan emas seperti ini dengan baik. Amin…”

“Amiin..” Aziz pun turut mengamini..

Kakek melanjutkan, “Setiap hamba akan menemui ujian pengorbanan sesuai dengan bobot dan kadar keimanannya. Kita selalu dalam saringan dan ujian Allah SWT. Babak-babak penyaringan itu akan terus dan berjalan melalui peristiwa demi peristiwa. Semua itu pada hakikatnya Allah SWT hendak menguji kualitas keimanan setiap hambaNya. Apakah termasuk kualitas keimanan sungguhan apa tidak, manakah yang lebih dominan antara iman dan rasa eman. Firman Allah SWT : "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu"(Q.S. Muhammad ayat 31)
Ibadah qurban hukumnya adalah sunnah muakadah (sangat dianjurkan) bagi mereka yang mampu secara materi. Ini seperti dijelaskan oleh Rasulullah SAW "Barang siapa memiliki kelapangan rizki (keuangan), lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia datang ke tempat shalat kami,"(HR.Ahmad).
Maka bagi kaum muslimin yang telah mampu atau kuasa menyembelih hewan qurban, hendaklah melaksanakannya tanpa ragu-ragu sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Perintah melaksanakan ibadah kurban mempunyai beberapa keutamaan, diantaranya sebagai berikut:

Pertama : Pengampunan dari Allah SWT. Rasulullah SAW telah bersabda kepada anaknya, Fatimah, ketika beliau ingin menyembelih hewan qurban.”Ya Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah : Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Swt, Rabb alam semesta (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi)
Kedua : Mengharap keridhaan dari Allah Swt. Allah Swt telah berfirman: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya"( QS. Al Hajj ayat 37)
Ketiga : Ibadah qurban merupakan amalan yang paling dicintai Allah pada hari Raya Idul Adha. “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)
Keempat : Hewan qurban sebagai saksi di hari kiamat. “Sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban telah terletak di suatu tempat disisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)
Kelima : Mendapatkan pahala yang besar. Pahala yang amat besar, yakni diumpamakan seperti banyaknya bulu dari binatang yang disembelih, ini merupakan penggambaran saja tentang betapa besarnya pahala itu, hal ini dinyatakan oleh Rasulullah SAW. "Pada tiap-tiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan". (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

“Subhanallah… Wah kek, Aziz jadi semakin mantap untuk berqurban tahun ini. Tapi Kek, Aziz belum tahu ke mana membeli kambing yang bagus untuk berqurban.”

“Ooo..kalau masalah itu, serahkan saja pada kakek! Siang nanti, kita ke tempat Haji Sholeh. Beliau menjual binatang qurban. Murah dan gemuk-gemuk. Nanti siang bisa kan? Lebih cepat lebih baik!”

Dengan wajah berbingar Aziz menjawab, “Wah, terima kasih ya Kek… Ya, nanti siang ba’da dhuhur kita ke tempat Haji Sholeh.”

---- TO BE CONTINUED ---
Bagaimana kelanjutan kisah Aziz??? (baca saja BQB part 2) :D

Zona Supertwin, 191109_23:19

BUKAN QURBAN BIASA (BQB­_part 1)

Embun masih menempel di pucuk-pucuk dedaunan. Suara kokok ayam mulai bersahutan memecah hening nuansa subuh di Desa Nawangan. Tak banyak jamaah yang datang di satu-satunya surau yang berdiri di desa itu, hanya sebaris shaf laki-laki. Ba’da sholat subuh berjamaah yang dipimpin oleh Kakek Ahmad, Aziz menggeser duduknya ke belakang. Setelah berdzikir dan berdoa bersama, Aziz beringsut mundur dan mengambil mushaf merahnya yang sebelum sholat tadi ia taruh di almari yang terletak di sudut belakang surau. Dengan agak terbata-bata ia melantunkan surat ke-55 dari Al-Qur’anul Karim. Q.S. Ar-Rahman. Tak kuasa ia menahan air matanya terjatuh. Betapa dalam Allah mengingatkan manusia dalam Q.S. Ar-Rahman tadi… “Fabiayyi ‘aalaa irrabbi kumaa tukadzibaan. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan???”. Rasa syukur Aziz semakin mendalam tatkala ia mengingat masa kelamnya beberapa tahun silam. Saat ia masih bergulat dengan obat-obat terlarang yang membuatnya sempat overdosis dan kritis. Tapi itu dulu. Sekarang Aziz sudah bertaubat. Taubatan nashuha, insya Allah. Sekarang ia memilih membuka usaha di desa kelahiran ayahnya. Inilah yang membuat ia begitu bersyukur karena Allah memberikannya hidayahNya. Dia memilih tinggal di rumah kakeknya, sedang ayah ibunya tinggal di Jakarta. Kakek Ahmad, beliau adalah kakek Aziz yang setia membimbingnya mengenal Islam.

“Ziz, ayo pulang!”, tepukan lembut Kakek Ahmad di pundak Aziz membuatnya sedikit terkejut.
“Iya kek!” sahut Aziz yang kemudian bergegas menyusul sang kakek. Rumah mereka berjarak sekitar 300 meter dari surau.

Sepanjang perjalanan pulang,
“Kek, sekarang ini bulan Dzulhijjah ya?? Wah, bentar lagi Idul Adha!”

“Iya, benar kamu. Sembilan hari lagi.” Sahut Kakek Ahmad

“Kek, ceritakan dong tentang Idul Adha!” Aziz penasaran.
Kakek Ahmad pun mulai bercerita sambil berjalan pelan beriringan dengan Aziz.
“Umat Islam secara umum mengetahui istilah qurban sebagai sebuah kegiatan ritual berupa penyembelihan hewan tertentu. Jika kita membaca sejarah masa lalu, bentuk dan pemaknaan qurban senantiasa berbeda-beda. Pada masa Nabi Adam As., syari’at qurban dilaksanakan oleh putera-puteranya yang bernama Qabil dan Habil. Perintah ini didasari dua alasan: pertama karena kekayaan yang telah dimiliki oleh mereka dan kedua sebagai isyarat siapa di antara mereka yang diterima amalnya oleh Allah dan boleh meminang secara silang pasangan kembar mereka. Qabil meminang Labuda dan Habil meminang Iqlima. Pada saat itu Qabil berprofesi sebagai petani, sedangkan Habil berprofesi sebagai peternak. Qabil mengeluarkan qurban dari hasil pertaniannya. Begitu pula Habil mengeluarkan Qurban dari hewan peliharaannya. Dijelaskan dalam al-Qur’an, Qabil dan Habil mempunyai sifat yang berbeda. Habil mengeluarkan hewan yang diqurbankan dengan tulus-ikhlas. Ia memilih berqurban dengan hewan yang gemuk dan sehat, sementara Qabil memilih buah-buahan hasil pertaniannya yang busuk. Ketika keduanya melaksanakan qurban, ternyata yang diterima Allah adalah qurban domba yang dikeluarkan Habil, sementara buah-buahan qurban Qabil tetap utuh, tidak diterima. Nanti kamu bisa buka dan baca Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 27 : “Ceritakan kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, diterima qurban salah seorang dari meraka (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata: “Aku pasti akan membunuhmu!”. Habil berkata: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa”.

“Ooo…gitu ya Kek. Ternyata istilah qurban sudah ada sejak zaman Nabi Adam ‘alaihi salam. Lalu, mengapa qurban lebih terkenal dengan kisahnya Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Dulu pernah diajarkan kek waktu SD, tapi sekarang kok lupa ya. hihi” Ungkap Aziz jujur, sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Kakek Ahmad pun menyahut, “Sejarah qurban berulang lagi pada zaman Nabi Ibrahim. Latar belakang qurban yang dialami Nabi Ibrahim inilah yang paling banyak dikenal umat Islam hingga saat ini. Ketika Nabi Ibrahim telah berusia 100 tahun, beliau belum dikaruniai putra oleh Allah dan beliau selalu berdo’a: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku anak yang shalih”. Kemudian dari isterinya yang kedua, Siti Hajar, lahirlah seorang putra yang diberi nama Ismail. Hajar dan Ismail diperintahkan berhijrah ke Makkah diantar oleh Ibrahim. Beliau meninggalkan beberapa potong roti dan sebuah guci berisi air untuk Siti Hajar dan Ismail. Ketika Siti Hajar kehabisan makanan dan air, ia melihat ke sebelah timur. Di sana terdapat air yang ternyata hanyalah fatamorgana di Bukit Safa. Ismail ditinggalkan dan Siti Hajar terus mencari air lalu naik ke Bukit Marwah serta kembali ke Safa sampai berulang tujuh kali. Ia tidak juga mendapatkan air hingga kembali ke Bukit Marwah. Ismail yang kehausan lalu menendang-nendang tanah yang kemudian—dengan izin Allah—dapat mengeluarkan sumber air. Siti Hajar berlari ke bawah sambil berteriak kegirangan: “zami-zami”. Tempat itu lah kemudian dikenal dengan sumur atau mata air Zam-zam. Nabi Ibrahim setelah mengantarkan Hajar dan Ismail di Mekkah lalu berangkat lagi ke Palestina sampai Ismail menjelang usia remaja. Nabi Ibrahim diperintahkan lagi oleh Allah untuk kembali ke Mekkah menengok Hajar dan Ismail yang sudah mulai beranjak besar. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa usia Ismail sekitar 6 atau 7 tahun. Sejak dilahirkan sampai sebesar itu Nabi Ismail senantiasa menjadi anak kesayangan. Tiba-tiba Allah memberi ujian kepadanya, sebagaimana firman Allah dalam surat Ash-Shaffaat ayat 102 : “Maka ketika sampai (pada usia sanggup atau cukup) berusaha, Ibrahim berkata: Hai anakku aku melihat (bermimpi) dalam tidur bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
Latar belakang qurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim adalah ketika ia bermimpi menyembelih Ismail. Mimpi itu yang sering disebut al-ru’ya al-shadiqah (mimpi yang benar). Dalam mimpinya, Ibrahim mendapat perintah dari Allah supaya menyembelih putranya Nabi Ismail. Ketika sampai di Mina, Ibrahim menginap dan bermimpi lagi dengan mimpi yang sama. Demikian juga ketika di Arafah, malamnya di Mina, Ibrahim bermimpi lagi dengan mimpi yang tidak berbeda pula. Ibrahim kemudian mengajak putranya, Ismail, berjalan meninggalkan tempat tinggalnya, Mina. Baru saja Ibrahim berjalan meninggalkan rumah, syaitan menggoda Siti Hajar: “Hai Hajar! Apakah benar suamimu yang membawa parang akan menyembelih anakmu Ismail?”. Akhirnya Siti Hajar, sambil berteriak-teriak: “Ya Ibrahim, ya Ibrahim mau diapakan anakku?” Tapi Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah SWT tersebut. Di tempat tersebut pada tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah haji diperintahkan melempar batu dengan membaca: Bismillahi Allahu Akbar. Hal tersebut mengandung arti bahwa manusia harus melempar syaitan atau membuang sifat-sifat syaitaniyyah yang bersarang di dalam dirinya, dengan tetap mempertahankan sifat-sifat kemanusiaan dan ke-Tuhanan.
Setibanya di Jabal Qurban, sekitar 200 meter dari tempat tinggalnyaa. Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih Ismail. Rencana itu pun berubah drastis, sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam surat Ash-Shaffaat ayat 103-107: “Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, nyatalah kesabaran keduanya. (Allah berkata) “Kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang berbuat baik”. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor hewan yang besar“.

“Subhanallah, betapa mulianya kisah ini.” Kata Aziz.

Kakek Ahmad melanjutkan ceritanya, “Pada masa Nabi Muhammad, qurban pun diperintahkan kembali di dalam surat Al-Kautsar ayat 1-3: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu, dia lah yang terputus (dari nikmat Allah)”. Berbicara tentang kenikmatan, Allah mengingatkan: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, kamu tidak akan dapat menghitungnya” (QS. Ibrahim: 34). Surat Al-Kautsar ini lah yang kemudian dijadikan dasar hukum bagi umat Nabi Muhammad untuk berqurban bagi yang mampu.”


“Kek, Aziz pengin berqurban juga tahun ini. Usaha counter HP Aziz kan sudah berkembang dan kebetulan Aziz juga sudah punya cukup dana untuk berqurban. Bagaimana menurut kakek?

Tapi…Aziz masih ragu, Aziz kan punya masa lalu yang kelam. Apa Allah akan menerima qurban Aziz ini?” tanya Aziz sambil menunduk.


Kakek paruh baya itu menghentikan langkahnya, merangkul pundak Aziz dan berkata, “Ziz, kalau di hati kamu sudah ada niatan untuk berqurban, jangan kamu tunda, berqurbanlah. Kakek tahu, sebagai anak muda, kamu pasti pengin yang macam-macam. Niatkan ibadah ini hanya untuk mendapat ridha Allah. Jangan risaukan masa lalumu, toh kamu juga sudah berubah sekarang. Allah Maha Penyayang dan Pengampun. Yakinlah dengan berqurban kamu akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan kamu akan mendapatkan rezeki yang jauh lebih besar dibanding jika kamu tidak berqurban. Yakin itu…”

Aziz pun manggut-manggut… “Terima kasih Ya, Kek…”

Tak terasa mereka sudah sampai di rumah. Senyum Nenek Tini menyambut kedatangan mereka. “Kek, Ziz, nenek sudah siapkan teh hangat dan ubi rebus di ruang tengah. Segera dicicipi, mumpung masih hangat.”

Aziz pun menimpali, “Wah, Nenek memang bisa deh! Dingin-dingin gini memang cocoknya minum dan makan yang hangat-hangat.”

Aziz dan Kakek Ahmad pun menuju ruang tengah rumah yang masih berdinding bambu itu. Mereka melanjutkan percakapan di jalan tadi.

------TO BE CONTINUED ------
Bagaimana kelanjutan percakapan mereka???

Lanjutkan bacanya di BQB part.2 dan 3 ya… (^^v)
Zona Supertwin, 191109_22:54

Merindu Rasulullah

Pukul 21:52
Sunyi senyap. Hanya suara beberapa adik kost yang masih sibuk dengan laporan praktikumnya. Mata ini kembali terjaga setelah terpejam dari pukul 20.00 tadi. Peningnya kepala sebelah kiri memaksa saya terpejam sejenak. Alhamdulillah, tatkala bangun tadi rasa pening itu sudah hilang dan sekarang siap untuk menuliskan inspirasi yang saya dapatkan.
Saat membuka mata tadi winamp Miss 13 menyuarakan nasyidnya Ustadz Jeffry yang berjudul Ya Rasulullah…

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Karena pancaran ketenanganmu
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kukecup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikuti jejak langkahmu
Ya Rasulullah… ya Habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulullah… ya Habiballah
Kami rindu padamu..
Allahumma shalli ‘ala Muhammad..
Ya Rabbi Shalli ‘alaihi wa sallim…
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kudekap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ucapkan
Hanya Tuhan saja yang tahu
Ya Rasulullah… ya Habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulullah… ya Habiballah
Kami rindu padamu..
Kutahu cintamu kepada umat
Umati..umati..
Kutahu kau bimbangnya tentang kami
Syafaatkan kami…
Ya Rasulullah… ya Habiballah
Terimalah kami sebagai umatmu
Ya Rasulullah… ya Habiballah
Kurniakanlah syafaatmu
Allahumma shalli ‘ala Muhammad..
Ya Rabbi Shalli ‘alaihi wa sallim…


Jlep…entahlah, ada sesuatu yang berbeda yang terjadi pada diri ini saat mendengarkan lantunan nasyid itu. Sesuatu yang menusuk relung hati. RINDU… RINDU RASULULLAH… Ya Rabb, saya rindu kekasihMu.. Ya Rabb, betapa saya masih jauh dari sempurna dalam mengamalkan sunnahn manusia pilihanMu itu…
Saya jadi teringat dan kemudian tergerak untuk menuliskan detik-detik Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam menghadapi sakaratul maut. Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.
Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah."Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba."Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk. "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah"Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah."Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, " kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telahberada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka."Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya."Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu"
Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan. Sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Semoga rahmat senantiasa tercurah padanya…

Ya Rasulullah Muhammad..
Rindu kami padamu
Rindu cahaya wajahmu
Ya Rasulullah pemimpinku
Smoga rahmat tercurah
Senantiasa padamu
Salam Ya Rasulullah Salamun ‘alaik
Salam Ya Habibillah Salamun ‘alaik
Ya Nabi salam ‘alaika
Ya Rasul salam ‘alaika
Ya Habib salam ‘alaika
Shalawatullah ‘alaika

Rasulullah..hadirmu bagaikan pelita
Menerangi manusia
Menuju jalan yang terindah
Segala akhlaknya tauladan bagi kita

Saya mencintaimu, YA RASULULLAH…
Zona Supertwin, 191109_22:22

November 15, 2009

Kembalikan RUHIYAH yang Hilang!!!

Jari-jemari ini ternyata belum mau berhenti untuk kembali mengapresiasi sebuah inspirasi yang kemudian muncul kembali. Kebetulan hari ini tidak ada agenda. Maklum, profesi terbaru saya jadi PENGACARA (Pengangguran Banyak Acara), karena masih menanti email dari Departemen Perdagangan RI yang seyogyanya akan memberitahukan kapan saya akan mulai “mengabdikan diri” di sana. Jadi ABDI NEGARA nih sekarang . Mungkin awal Desember harus siap HIJRAH ke Jakarta untuk kemudian memulai petualangan lagi..
SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU YA THICKO!!! (menyemangati diri sendiri).
Ahad pagi kemarin, ba’da “jogging and looking for breakfast at boulevard UNS” , sekitar pukul 08.00 Nokia 5300 saya berdering (eh..lebih tepatnya bergetar karena speakerphone saya lagi error). Sebuah “…. Calling” menghiasi layar HP saya kemarin pagi. Seorang sahabat dekat yang kini sudah lulus dan bekerja di luar Solo (kembali ke asalnya). Dia bercerita akan kondisinya sekarang. Dia sedang RAPUH! Katanya sedang DOWN, tidak hanya berada pada TITIK NOL, tapi MINUS! (begitu ungkapannya yang agak hiperbolis). Dia merindukan saat-saat kebersamaan kami yang penuh dengan nuansa ukhuwah yang indah, saat-saat datang bersama dalam kajian rutin pagi yang diadakan oleh Masjid Perjuangan Nurul Huda UNS atau kajian muslimah yang diadakan Depatemen Kemuslimahan SKI FMIPA UNS, saat-saat berkumpul dengan saudari-saudari yang luar biasa, dan lain-lain… Dia tak menemukan suasana itu pasca dia hijrah dari solo karena gelar sarjana yang telah disandangnya. Pasca kampus memang berat sobat! Saya pun tak urung untuk memberikannya beberapa motivasi agar dia bangkit. Yang membuat saya SURPRISE, ketika dia menyampaikan keinginannya untuk ikut “ngaji” di daerahnya (saat kuliah dia tidak bergabung dalam “lingkaran penuh cinta” ini) meski dia belum tahu kepada siapa dia akan “dijalurkan” (I’ll help you, friend! Insya Allah..).
Ahad sore, seorang adik bertandang ke kost… Dia menceritakan permasalahan yang sedang dialaminya.. Meski dia bercerita tak sempurna…tapi saya merasakan, betapa dia sedang berusaha kuat untuk menyembunyikan “kerapuhan”nya di depan saya. KUAT ya dhek!!! Hanya kata-kata motivasi dan tausyah yang bisa saya berikan padanya. Plus pinjaman 3 buku motivasi yang semoga menjadi inspirasi buatnya…
Ahad malam, pukul 19:59:03, Nokia 5300 merah saya kembali bergetar… “1 message received”. Saya buka SMS dari seorang adik yang notabene sorang akhwat aktivis kampus… “Assalamu’alaykum. Wr.Wb… Mb..Tlong smsin aq kata2 pnyemangat dunkz…Aq lelah…Aq ingin lelah mrsakan klelahanku. Aq ingin bosan mrasakan kbosananku. Aq ingin capek mrasakan kecapekanku..Aq ingin ada drumah..hikz..hikz..” Dia memang bukan orang Solo asli, hijrah dari kota asalnya untuk menimba ilmu di kota Solo ini.. Ehm…akhirnya saya balas :”Ketika semuanya menjauh, Allah-lah satu2nya yg tdk berpaling. Ketika smw mngecewakan, Allah-lah yg tidak melukai perasaan. Ketika bban bertmbh berat, Allah-lah satu-satunya sandaran… SEMANGADH!!! Usir setan2 yg menggerogoti azzam dan hamasahmu!hush..hush..! Ada saatnya qt harus mengorbankan keinginan qt, tp yakinlh Allah akan menggantinya dgn yg LEBIH INDAH. Luph u coz Allah” (20:01:20)
Kerinduan pada keluarga?? Lelah dengan himpitan amanah??? Emm…
Sebelum melanjutkan menulis, winamp miss 13 saya setel dengan nasyid yang akhir-akhir ini sering saya dengarkan “ALLAH MAHA PENGASIH” yang dinyanyikan dengan apik oleh Ust. Jefri Al Buchori (ustadz gaul favorit saya)… Sangat enak buat backsong saat merenung juga…

Ya Rabbi… Ya Rabbi.. Allahu Ya Rabbi..
Lailahailallah… Lailahailallah…
Setiap diri kan diuji dengan sesuatu yang dicintai
Setiap insan kan menemui kesalahan di dalam diri
Dan setiap manusia tak ada yang sempurna
Menjalani hidup di dunia
Kesalahan kan terjadi, dosa-dosa kan ditemui
Mungkin tak bisa hindari
Meski hati tlah menyadari
Dan setiap manusia tak ada yang sempurna
Menjalani hidup di dunia
Allah Maha Pengasih
Allah Maha Penyayang
Allah akan maafkan bila kita memohon ampunan

Sembari mendengarkan nasyid, lanjut menulis!!!

Tadi pagi saya sempat membuka buku merah yang saya beri tittle “THE MAP OF MY LIFE IN 2008”. Buku merah bersejarah yang menemani saya mengarungi hari-hari di tahun 2008. Ya, pengin mengenang dan mereview apa saja sih yang telah saya lakukan tahun 2008 kemarin? Karena buku merah itu memang berisi aktivitas harian, bulanan, impian-impian di tahun 2008 ini. Saya tidak akan menceritakan buku itu di sini (^^v), tapi ada sesuatu yang menarik dari buku yang penuh tempelan dan coretan kata motivasi yang mengisi tiap halamannya (bahkan sampulnya). Pada lembar sampul di halaman terakhir, ada sebuah tempelan berwarna pink. Ini “SURAT CINTA” yang saya dapatkan saat mengikuti suatu majelis ilmu (beberapa redaksi saya edit)…Semoga surat ini bisa sedikit memberikan pencerahan pada ketiga saudari saya di atas, pada kita semua, dan pada saya sendiri tentunya!!!
KEMBALIKAN RUHIYAH YANG HILANG
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Alhamdulillahirabbal’alamin hingga detik ini berjuta kenikmatan Allah masih menyertai kita tanpa ia pilah hamba yang mana benar-benar menjaga hati dan lisannya saja yang diberiNya. Masih merasakan indahnya Islam dan keberadaan iman, Islam pada diri kita. Sholawat dan salam senantiasa terlintaskan untuk sang penggapai cinta hakiki, pencapai derajat taqwa dan ukhuwah tertinggi di muka bumi ini, Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta orang-orang yang senantiasa istiqomah di jalan cintaNya..
Saudaraku..
Sudah sekian lama kita disibukkan dengan agenda-agenda duniawi. Kesibukan kita dalam ikhtiar di alam bumi ini. Bagaimanakan kondisi ruhiyah kita? Seberapa besarkah keagungan Allah SWT terjaga pada diri kita? Tidak pernahkah ruhiyah kita mengeluh untuk dipenuhi haknya?
Saudaraku…
Berangkat dari kebutuhan ruhiyah yang nantinya mampu menguatkan pondasi keimanan kita, modal utama seseorang adalah ruhiyah yang kuat dan tempat-tempat yang Allah sukai untuk kita adalah majelis-majelis ilmu, dan di sana berkumpul orang-orang yang senantiasa menjaga keagungan Allah SWT, beraktivitas yang lebih menguatkan kadar ibadah yang bisa lebih mendekatkan diri dengan pemilik dan pencipta hakiki.
Sadaraku…
Penuhilah majelis-majelis yang di sana dipenuhi orang-orang yang berdsikir, bersholawat, dan bertadabur dengan Al Qur’an. Allah akan lebih dekat dengan kita ketika diri kita menyemangati diri untuk lebih dekat denganNya. Hidupkan lagi hati (ruhiyah) kita. Senantiasa mengharap keridhaan Allah SWT dunia dan akhirat. Dan berlindunglah dari jerumusan syetan yang berusaha keras agar manusia jatuh.
Saudaraku…Jagalah Allah, niscaya Dia akan senantiasa bersamamu. Bila engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.
Semoga Allah SWT menjaga diri kita, sebagaimana kita menjaga keagungan Allah pada diri kita.
SEJENAK MERENUNG…
Ya Allah,
Subuh kuhadapkan tubuh dan wajah ini kepadaMu
Bacaan demi bacaan terucap dari lisanku
Namun ternyata… hati ini tak tertuju padaMu
Ya Allah,
Di tengah hari aku berjamaah menghadapMu
Doa-doa itu kembali kuulang
Namun ternyata… hati ini tak mengingatMu
Yang terbayang urusan kuliah, amanah, rumah
Ya Allah,
Pulang tadi Engkau kembali memanggilku
Kudatangi tempat orang berkumpul tuk menghadapMu
Dalam sujud kuucap bacaan di luar kepala
Dan ternyata..diri ini merencanakan aktivitas esok hari…
Ya Allah..
Barulah menjelang kupejamkan mata ini
Aku benar-benar mengingatMu
Telah kulalui hari tanpa mencari cintaMu
Seolah aktivitas terlihat mendekat kepadaMu
Ternyata, sungguh aku masih jauh dariMu
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Ehm, sepucuk surat yang cukup “MENAMPAR” saya.. (how about you???)
Pada akhir tulisan ini, winamp miss 13 sengaja saya setel nasyidnya Ust. Jefry Al Buchori lagi.. “ASTAGHFIRULLAH” judulnya… MANTAB!!!

Astaghfirullah rabbal baraya.., Astaghfirullah minal khataya..
Astaghfirullah rabbal baraya.., Astaghfirullah minal khataya..
Hidup ini bergelimang dosa
Slalu saja kerap berbuat nista
Tiada tempat bagiku tuk meminta
Hanya Engkau Sang Maha Pengampun Dosa
Hanya Engkau Sang Maha Pengampun Dosa
Astaghfirullah rabbal baraya.., Astaghfirullah minal khataya..
Astaghfirullah rabbal baraya.., Astaghfirullah minal khataya..
Terdengar gemuruhMu menyentuh jiwa dan ragaku
Taqarubku kepadaMu mensucikan hadas di jasadku
Rubuhku kepadaMu membersihkan segala dosaku
Sujudku di kakiMu mengartikan aku hambaMu
Ya Rahman.. Ya Rahim.. Ya Ghafar…
Ya Rahman.. Ya Rahim.. Ya Ghafar…
Astaghfirullah rabbal baraya.., Astaghfirullah minal khataya..
Astaghfirullah rabbal baraya.., Astaghfirullah minal khataya..




AYO TERUS MEMPERBAIKI DIRI, SAUDARAKU!!!
Senin, 161109_09:22 @ Zona Supertwin

NB : Saudaraku, saat nanti Thicko sudah “mengabdi” di Jakarta, sering-sering kasih tausyah ya!!! Biar tetap ISTIQOMAH!!! Jazakumullah khoiron katsir!!!

Cermin Tak Pernah Berdusta

I LIKE MONDAY!!!!
(semoga semangat pagi, semangat menyambut hari baru, dan semangat untuk membuat hari ini lebih baik dari kemarin senantiasa terhujam dalam diri kita… AAMIIN). SEMANGAT itu pula yang kemudian membuat saya kembali bertatap muka dengan Miss 13 (nama lepito tercinta, ni nama versi saya => 13 = 13 inchi, kalau versi my supertwin mungkin saja berbeda, lepitonya 1 buat berdua sih...AKUR!!!). Kali ini saya akan menuliskan inspirasi yang saya dapatkan pagi ini yang kemudian mendorong jari-jemari ini untuk menulis dan mencoba membagi inspirasi itu pada Anda semua.
Saat merangkai kata-kata ini, winamp Miss 13 menyuarakan senandung inspiratif yang dibawakan oleh salah satu grup nasyid favorit saya. “Cermin Tak Pernah Berdusta”-nya STARFIVE! Nasyid ini sangat menyentuh hati dan cocok sekali untuk backsong saat kita muhasabah diri. PLEASE, TRY AT HOME!!! (hehe..gak maksa lho..)
Cermin yang biasa kupandangi di setiap hari
Sekali lagi membiaskan bayangan diri
Wajah ini, mata ini, tempat sgala dosa bermula
Dan indahnya akhir sgala cita
Apakah diriku ini
Kan bercahaya, bersinar di surgaMu
Menatap penuh rindu
Ataukah diriku ini
Kan harus legam terbakar dalam nyala
Di neraka membara
Sungguh berbeda yang nampaknya
Yang tersembunyi hanya kepalsuan menipu
TOPENG BELAKA
Mulut ini, tubuh ini, hati yang merajai diri
Tlah bersalah hambaMu melangkah
Cermin tak berdusta
Yang indah topeng semata
Ya Allah..aku malu tlah tertipu
Ampuni hamba sebelum akhir waktu
Kemanakah diriku ini
Berakhir di surga atau di nerakaMU
Aku takkan mampu
Apakah diriku ini
Kan bercahaya bersinar di surgaMu
Menatap penuh rindu
Ataukah diri ini
Kan hangus legam terbakar dalam nyala
Di neraka membara
SELAMATKAN AKU!!!
Kemanakah diriku???
Diriku ini berakhir???
AAMIIN YA RABBAL ‘ALAMIIN


Yup, sekarang mulai pada pembahasan pada tulisan ini. Kali ini saya terinspirasi pada sebuah benda bening yang sering kita namakan CERMIN… Tau CERMIN kan? Yaiyalah… pasti tiap hari bercermin terus kan??? (hayo ngaku! Kalo ga bercermin di cermin yang nempel di almari, cermin di dinding, atau bahkan cermin di spion motor…ngaku aja lah!!!)
Kita bisa belajar banyak dari cermin :
1. Cermin berasal dari kualitas terbaik, begitu juga dengan diri kita. (Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya; Q, S At-Tin : 4). So, bersyukurlah atas apa adanya kita! Karena kita telah diciptakan Allah SWT dengan begitu sempurna, punya kelebihan.. tak sedikit juga kekurangannya… Tapi bagaimana kita menyikapi kelebihan dan kekurangan itu? Kedewasaan kitalah yang bermain di sana. Kedewasaan dalam menyadari hikmah dalam setiap sudut perjalanan hidup kita…sampai detik ini… BTW, SUDAH PADA KENAL DENGAN DIRINYA SENDIRI BELUM NIH??? KARAKTERNYA?? KELEBIHAN KEKURANGANNYA?? Dll.. Ingat : “Man ‘arafa nafsahu, ‘arafa rabbahu (barangsiapa mengenal dirinya, ia akan mengenal Rabbnya)”
2. Cermin adalah benda yang bermanfaat. So, jadikan diri kita bermanfaat untuk orang lain.. “Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat”
3. Cermin tidak banyak bicara (yaiyalah..). Cermin menasihati dengan bijak tanpa banyak bicara, langsung memperbaiki diri kita. So, nasihati orang lain dengan bijak, keteladanan, dan contoh real.. SANGGUP??? (Ask to yourself!!)
4. Cermin tak pernah berdusta (kayak nasyid di atas aja…). Mengajarkan kita, jangan berdusta pada diri kita sendri, terlebih pada orang lain… Jangan berdalih akan kekurangan kita…Jadilah apa adanya kita… Kekurangan dalam diri kita jadikan modal untuk terus memperbaiki diri… Sehingga saat kita bercermin, senyum optimislah yang akan tergambar di sana.. SMILE GUYS!!!
5. Cermin itu tidak pernah membuka aib. Saat kita bercermin, hanya kita dan cerminlah yang tahu kekurangan kita… So, jagalah kepercayaan yang telah diberikan saudara kita, jangan sampai saat kita menjadi tempat curhat mereka, kita malah membeberkan semua rahasia mereka…wah, ember dunk…(gak mau kan jadi ember? Hihi.. :D)
6. Cermin itu butuh dibersihkan dan dijaga. Kalau tidak dibersihkan, akan banyak debu yang menempel di permukaan cermin itu dan kalau tidak dijaga, cermin bisa rapuh dan pecah. Seperti halnya dengan diri kita. Kalau kita tidak bersih dari penyakit hati dan kita jauh dari Allah SWT…kita akan menjadi sangat rapuh… Ingat 2 potensi manusia…FUJUR ataukah TAKWA… itu adalah pilihan!!! So, perbaiki hubungan kita dengan Allah SWT… Jika hablumminallah baik, maka habluminannas juga akan baik, dan Allah SWT akan memberi kemudahan dalam setiap aktivitas kita yang hanya kita niatkan untuk mendapat ridho dari-Nya…

AYO SAUDARAKU, MARI BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN!!! FINISHNYA DI SURGA YA!!! Aamiin…
Emm..mungkin cukup itu tulisan yang bisa saya sajikan sebagai apresiasi inspirasi saya pagi ini… Saya yakin Anda semua punya inspirasi yang lebih banyak yang bisa Anda dapatkan dari benda bening yang bernama CERMIN tersebut!!!
Di akhir tulisan ini, winamp di Miss 13 memutar sebuah puisi inspiratif yang dibawakan oleh STARFIVE…
PUISI CERMIN DIRI
Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok wajah yang tlah kukenal dan sering kulihat
Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat
Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya
Apakah wajah ini yang bercahaya, bersinar di surga sana??
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam terbakar neraka Jahanam??
Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan
MENATAP ALLAH
MENATAP RASULULLAH
MENATAP KEKASIH-KEKASIH ALLAH KELAK
Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai
Menatap NERAKA JAHANAM
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkanmu???
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini???

Tatkala kutatap MULUT
Apakah mulut ini yang kelak mendesah penuh keridhaan
Mengucap LAILAHAILALLAH…
Saat sakaratul maut menjemput
Ataukah mulut ini menganga dan lidah menjulur???
Dengan lengking jeritan pilu yang akan menepis sendi-sendi di setiap pendengaran
Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah jakun jahanam???
Yang getir penghangus, penghancur setiap musuh
Apakah gerangan yang kau ucapkan wahai mulut yang malang???
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan???
Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam???
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu???
Betapa jarang engkau jujur!!!
Langkah yang syahdu kumohon agar Tuhan mengampunimu

Tatkala kutatap TUBUH
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya bersinar???
BERSUKA CITA! Bercengkerama di SURGA!
Atau tubuh ini yang akan tercabik-cabik hancur mendidih
Di dalam lahar membara, terpasung tanpa ampun
Derita yang tak pernah berkahir
Wahai tubuh, berapa maksiat yang engkau lakukan???
Berapa banyak orang-orang yang engkau dzolimi dengan tubuhmu???
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu??
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu???
Berapa banyak hak-hak yang kau rampas wahai tubuh???
Seperti apa isi hatimu???
Apakah isi hatimu seperti kata-katamu???
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu???
Apakah hatimu segagah ototmu???
Atau selemah daun-daun yang mudah rontok???
Apakah hatimu seindah penampilanmu???
Atau sebusuk kotoran-kotoranmu???
BETAPA BEDA… BETAPA BEDA…
Apa yang tampak di CERMIN dengan apa yang tersembunyi
AKU… AKU TELAH TERTIPU!!!
AKU TERTIPU OLEH TOPENG!!!
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah TOPENG!!!
HANYALAH TOPENG BELAKA!!!
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji TOPENG!!!
Betapa yang indah hanyalah TOPENG!!!
Sedangkan aku hanya seonggok sampah busuk yang terbungkus dan tertipu
ALLAH… SELAMATKAN AKU YA ALLAH…
ALLAH… SELAMATKAN AKU YA ALLAH…
SELAMATKAN AKU…
SELAMATKAN AKU…
AAMIIN… YA RABBAL’ALAMIIN…

Senin, 161109_07:45 @ Zona Supertwin